Pendidikan karakter kini memasuki babak baru yang lebih progresif. SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sekolah terbaik di Indonesia. Lembaga pendidikan di bawah naungan sekolah Muhammadiyah ini resmi ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi tuan rumah sekaligus sekolah model dalam pelatihan Penyusunan Model Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi.

Acara strategis yang berlangsung pada tanggal 22–23 Juni 2026 ini mempertegas komitmen persyarikatan Muhammadiyah dalam mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh sejak dini.

Sebagai sekolah model, SMP Muhammadiyah PK menjadi pusat percontohan integrasi nilai-nilai kejujuran dalam sistem pembelajaran formal. Pelatihan intensif ini dihadiri oleh berbagai elemen pendidikan, di antaranya: Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surakarta (Solo), Pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, Staf Tata Usaha (TU) Sekolah dan10 Guru perwakilan dari internal sekolah

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan formal yang diisi oleh sambutan dari Kepala Sekolah, tim Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskujar), serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Kehadiran para pemangku kebijakan ini membuktikan bahwa program integrasi materi anti korupsi ke dalam kurikulum lokal mendapatkan dukungan penuh secara struktural.

Fokus utama dari agenda dua hari ini adalah membedah teknis penyusunan kurikulum satuan pendidikan anti korupsi untuk tahun ajaran 2026. Muhammadiyah selalu menekankan bahwa penanaman nilai moral tidak boleh sekadar menjadi hafalan teori di lembar ujian. Oleh karena itu, kurikulum baru ini dirancang agar menyatu ke dalam mata pelajaran yang sudah ada (infusi), maupun lewat program pembiasaan budaya sekolah.

Guru-guru dilatih untuk merumuskan indikator penilaian yang menyasar pada 9 nilai utama anti korupsi, seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan keadilan. Melalui metode pembelajaran berbasis projek, siswa akan diajak langsung mempraktikkan transparansi, misalnya dalam manajemen kas kelas atau pembentukan kantin kejujuran.

Pelatihan Penyusunan Model Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi

Penunjukan SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya sebagai sekolah berprestasi berpadu selaras dengan nilai dasar Muhammadiyah yang mandiri dan bersih. Sejak awal berdiri, Muhammadiyah berkomitmen menjadi gerakan tajdid (pembaharuan) yang aktif mengoreksi masalah sosial, termasuk praktik korupsi, melalui jalur dakwah pendidikan.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah siap menjadi benteng pertahanan moral bangsa dalam mencetak kader pimpinan yang bersih dan amanah. Langkah maju yang diambil oleh SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta dalam menyusun kurikulum anti korupsi 2026 merupakan angin segar bagi dunia pendidikan nasional. Menjadi sekolah model berarti memikul tanggung jawab besar untuk menginspirasi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.